AGAR SUAMI SELAMAT! Istri Harus Berkaca dari Kasino Kena Tumor Otak Bisa Jadi Ikan Ini Penyebabnya, Waspadalah

NKRIku.com – Sosok Kasino Warkop diketahui meninggal dunia pada tahun 1996 lalu.

Sosoknya pun dikenal jadi legenda komedian di Indonesia.

Pasalnya, Ia meninggal di Puncak karir saat Warkop sedang jadi group lawak paling terkenal karena tumor otak.

Sejak itu, tumor otak pun jadi penyakit yang menjadi perhatian banyak orang.

Nah, ternyata tumor otak bisa disebabkan karena makanan sehari-hari ini, lo.

Salah satunya adalah ikan yang sering jadi lauk di meja makan ini.

Kasina Meninggal Karena Tumor Otak

Karirnya sebagai pelawak cukup melejit hingga tahun 1970-an setelah bergabung dalam Warkop.

Mereka pun masuk dalam jajaran artis yang dibayar sangat mahal setelah memainkan film berjudul ‘Maju Kena Mundur Kena’.

Sebelum wafat, Kasino sempat mengidap penyakit serius pada November 1996.

Hasil rontgen pada kepala Kasino menunjukkan bahwa adanya tumor di bagian otak dan disarankan untuk menjalankan kemoterapi.

Hal ini membuat grup Warkop sempat tampil hanya dengan dua personil saja, Dono dan Indro.

Di tahun 1997, kesehatan Kasino kembali menurun, meski ia tak patah semangat.

Kasino akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo bersama para sahabatnya pada bulan November 1997.

Dan pada akhirnya, Kasino wafat pada usia 47 tahun pada tanggal 18 Desember 1997 di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Kasino meninggal karena penyakit tumor otak dan meninggalkan satu istri dan satu anak.

Makanan penyebab tumor otak

Kesehatan otak memang sangat penting.

Apalagi otak merupakan salah satu organ terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia.

Dalam sehari-hari mungkin kita sering luput untuk menjaga otak agar tetap sehat.

Tanpa sadar, lewat makanan yang biasa kita makan sehari-hari bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Misalnya beberapa jenis makanan enak di bawah ini.

  1. Ikan yang Mengandung Merkuri

Ikan merupakan salah satu sumber makanan yang kaya akan protein.

Namun, beberapa jenis ikan laut ada yang mengandung merkuri.

Merkuri yang ada di dalam ikan akan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Saat merkuri masuk ke otak, sel-sel di otak kita akan rusak.

Contoh ikan yang tinggi kandungan merkurinya adalah ikan tuna sirip kuning dan ikan todak.

Kalau mau makan ikan laut, hindarilah dua ikan itu.

  1. Makanan Tinggi Lemak Trans

Lemak trans merupakan lemak jahat yang bisa membahayakan tubuh dan otak kita.

Jadi, hindarilah makanan yang tinggi lemak trans.

Contoh makanan yang tinggi lemak trans adalah gorengan, margarin, camilan kemasan, dan nugget kemasan.

Meski makanan di atas punya rasa yang enak, kita harus membatasi konsumsinya, supaya efek negatifnya tidak menyerang kita.

  1. Makanan Cepat Saji

Tak jarang, kita ketagihan untuk makan makanan cepat saji setelah satu kali mencobanya.

Namun, sadarkah Anda?

Makanan cepat saji mengandung gula, lemak, dan garam tinggi.

Tiga hal itu kurang baik bagi kesehatan kita.

Dalam sebuah penelitian, makan makanan cepat saji terlalu sering bisa merusak sel-sel otak dan menurunkan fungsi otak.

Yuk, kita jaga kesehatan otak sebelum terlambat!

Gejala Tumor Otak

Nah, tumor otak sebenarnya adalah pertumbuhan sel tidak normal di otak.

Dilansir dari Mayo Clinic, tumor otak ada yang jinak sampai ganas.

Tumor otak yang bersifat nonkanker dikenal sebagai tumor otak jinak.

Sedangkan tumor otak yang bersifat kanker dikenal sebagai tumor otak ganas.

Tingkat keganasan tumor otak memengaruhi cepat atau lambatnya pertumbuhan tumor.

Begitu massa tumor tumbuh membesar dan menyerang satu lokasi tertentu, gejala penyakit mulai muncul karena sistem saraf turut terganggu.

Berikut beberapa gejala awal tumor otak yang perlu diwaspadai:

  1. Sakit kepala

Sakit kepala adalah gejala awal tumor otak yang dialami sekitar 50 persen penderitanya.

Melansir Healthline, tumor otak dapat menekan saraf dan pembuluh darah di otak.

Dampaknya, penderita bisa merasakan sakit kepala.

Ciri-ciri sakit kepala karena tumor otak biasanya berupa nyeri yang terus-menerus, serta tak gampang disembuhkan dengan obat penghilang rasa sakit.

Sakit kepala karena tumor otak rasanya juga lebih menyakitkan ketimbang sakit kepala biasa, terutama di pagi hari.

Selain itu, sakit kepala karena tumor otak juga diikuti muntah dan bisa bertambah parah saat digunakan untuk berolahraga, batuk, atau bergerak.

Hal yang perlu diingat, sakit kepala juga bisa jadi tanda masalah kesehatan lain.

Seperti stres, belum makan, kurang tidur, gegar otak, sampai stres.

  1. Kejang

Tanda tumor otak yang pantang diabaikan lainnya yakni kejang.

Tumor otak bisa menekan sel saraf di otak, mengganggu sinyal kelistrikan otak, dan memicu kejang.

Kejang biasanya jadi gejala awal tumor otak. Namun, tanda-tanda ini juga bisa muncul di tahap lain penyakit.

Namun, kejang tidak selalu jadi gejala tumor otak.

Penyebab kejang lainnya bisa karena masalah saraf, penyakit otak, atau efek samping obat tertentu.

  1. Perubahan suasana hati

Munculnya tumor di otak bisa mengganggu fungsi otak, kepribadian, perilaku, sampai mengubah suasana hati penderitanya.

Penderita tumor otak bisa mengalami gangguan suasana hati ekstrem, dari yang sebelumnya baik-baik saja menjadi lebih sensitif tak lama kemudian.

Tumor bisa memengaruhi suasana hati saat ada sel tidak normal tumbuh di dekat otak besar, lobus, frontal, dan lobus temporal. Perubahan suasana hati bisa menjadi gejala awal tumor otak.

Namun, terkadang gejala ini muncul setelah perawatan medis berlangsung.

  1. Mudah lupa dan sering bingung

Tumor di lobus frontal atau temporal dapat menyebabkan gangguan memori atau daya ingat.

Selain itu, tumor di dua area otak tersebut juga dapat memengaruhi penalaran dan pengambilan keputusan.

Beberapa gejala awal tumor otak yang memengaruhi memori dan penalaran di antaranya susah konsentrasi, mudah bingung, sampai gampang lupa.

Beberapa masalah kognitif tersebut bukan hanya tanda tumor otak.

Kurang vitamin sampai gangguan emosional juga bisa menyebabkan masalah kesehatan di atas.

  1. Gampang lelah

Tubuh biasanya merasa kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik yang berat.

Anda perlu waspada apabila mudah lelah terjadi setiap saat tanpa penyebab yang jelas.

Terlebih jika rasa lelah itu membuat seluruh anggota tubuh terasa berat untuk digerakkan dan jadi doyan tidur sepanjang hari. Kondisi tersebut bisa jadi gejala awal tumor otak ganas.

Mudah lelah bukan hanya tanda penyakit tumor otak.

Penyakit autoimun, gangguan saraf, dan anemia juga bisa membuat penderitanya mudah lelah.

  1. Mual dan muntah

Gejala awal tumor otak yang khas lainnya yakni mual dan muntah.

Kondisi tersebut dipengaruhi ketidakseimbangan hormon saat tumor tumbuh.

Terkadang, gejala mual dan muntah juga berlanjut di tahap lain tumor otak.

Penyebabkan bisa jadi efek samping pengobatan.

  1. Kesemutan dan mati rasa

Beberapa kasus tumor otak menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki.

Apabila kesemutan dan mati rasa hanya muncul di satu bagian tubuh saja, hal itu bisa jadi tanda tumor menyerang salah satu bagian otak.

Selain tumor otak, kesemutan dan mati rasa juga bisa jadi tanda penyakit multiple sclerosis, diabetes neuropati, dan sindrom Guillain-Barre.

  1. Gejala lainnya

Gejala awal tumor otak lainnya juga bisa muncul berdasarkan lokasi tumbuhnya tumor.

Penderita bisa mengalami gangguan penglihatan saat tumor otak tumbuh di sekitar kelenjar di bawah otak, saraf optik, lobus oksipital, atau temporal.

Penderita juga dapat mengalami kesulitan berbicara, membaca, dan menulis apabila tumor otak tumbuh di otak besar, otak kecil, lobus temporal, dan parietal/ Penderita bisa mengalami gangguan pendengaran jika tumor tumbuh di dekat saraf kranial dan lobus temporal.

Selain itu, penderita dapat mengalami gangguan menelan saat tumor tumbuh di otak kecil atau di dekat saraf kranial.

Sedangkan penderita yang terkena tumor di otak kecil dan lobus frontal bisa mengalami gejala susah menggerakkan tangan, lengan, kaki, dan tungkai.

Setiap orang perlu berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala awal tumor otak di atas.

Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan dan merekomendasikan serangkaian tes seperti CT scan, MRI, atau biopsi untuk mengambil jaringan tumor di otak.

Tumor otak bisa diobati dengan beragam cara, mulai dari operasi, radiasi, kemoterapi, atau pengobatan lainnya. (***)

Comments


EmoticonEmoticon