BELUM TENTU AMAN! Orang Kurus Juga Bisa Kena Tinggi Kolesterol, Bikin Kaget Kena Stroke: Pastikan Ciri Ini Tidak Ada

NKRIku.com – Orang tinggi kolesterol sering identik dengan orang gemuk.

Pasalnya, tubuh gemuk jadi tanda orang yang berlebihan mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol.

Padahal sebenarnya tidak selalu begitu , lo.

Ada juga orang kurus yang tinggi kolesterol.

Nah, kalau sudah begini biasanya baru ketahuan setelah tubuh diserang stroke sampai serangan jantung .

Karena itu kita harus tahu ciri-ciri orang kurus yang tinggi kolesterol berikut ini.

Ciri Orang Kurus yang Tinggi Kolesterol

Tahukah Anda bahwa kadar lemak yang tinggi bukan hanya menyerang orang gemuk?

Orang yang kurus atau secara postur ideal pun ternyata bisa mengidap penyakit yang satu ini.

Orang-orang menyebutnya kolesterol tinggi, padahal yang terjadi adalah ketidak-seimbangan antara kolesterol baik dan kolesterol jahat.

Penyakit ini disebut dislipidemia.

Sebelum kita berbicara tentang dislipidemia, kita harus mengenal jenis lemak di tubuh kita, yaitu LDL (low-density lipoprotein atau kolesterol jahat), HDL (high-density lipoprotein atau kolesterol baik), trigliserida (hasil kelebihan konsumsi karbohidrat yang diubah menjadi lemak), dan kolesterol total (akumulasi ketiga jenis kolesterol).

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan jenis lemak dalam plasma darah.

Kelainan jenis lemak yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida, serta penurunan kadar kolesterol HDL.

Jadi, 3 hal ini yang terjadi ketika seseorang menderita dislipidemia, bukan hanya kolesterol tinggi semata.

Kadar lemak dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.

Biasanya seseorang disarankan berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan ini.

Lamanya puasa 10-12 jam.

Faktor yang mempengaruhi kadar lemak darah

  1. Genetik

Faktor ini memiliki peranan paling penting untuk menentukan kadar kolesterol total seseorang.

Kadar kolesterol seseorang dapat rendah atau tinggi sesuai kondisi genetiknya.

Kondisi genetik ini sangat banyak, di antaranya hiperkolesterolemia familial, defisiensi lipoprotein lipase familial, dan defisiensi lipase hepatik.

  1. Usia

Semakin bertambahnya usia, fungsi organ akan menurun pula.

Fungsi organ yang menurun akan mempengaruhi proses metabolisme kolesterol seseorang.

  1. Gaya hidup

Makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol merupakan contoh perilaku yang secara bermakna mempengaruhi kadar kolesterol seseorang.

Semakin sering melakukan hal tersebut, maka kadar kolesterol pun dapat meningkat tajam.

  1. Obat anti-kolesterol

Penggunaan obat antikolesterol seperti simvastatin tentu akan mempengaruhi kadar kolesterol darah seseorang.

Simvastatin menurunkan kadar kolesterol melalui penghambatan dalam sintesis atau produksi kolesterol.

Gejala dislipidemia

Dislipidemia biasanya tidak menunjukkan gejala, apalagi bila postur orang tersebut terlihat kurus atau ideal.

Namun, ada beberapa gejala yang walaupun tidak begitu khas, namun sering ditemukan pada penderita dislipidemia, yaitu:

  1. Nyeri perut
  2. Pusing
  3. Nyeri dada
  4. Sesak napas
  5. Nyeri kepala terutama di tengkuk
  6. Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis
  7. Nyeri betis bila berjalan

Telur Puyuh Sangat Tinggi Kolesterol

Ya, telur puyuh ternyata sangat amat tinggi kolesterol, lo.

Pasalnya, dikutip dari Kompas.com, satu sajian berisi lima butir telur puyuh mengandung jauh lebih banyak kolesterol, yakni 422 miligram.

Coba bandingkan dengan satu sajian telur ayam yang cuma 211 miligram.

Bandingkan juga dengan udang yang mengandung 252 miligram kolesterol per 100 gramnya.

Padahal, rata-rata manusia hanya membutuhkan 1100 miligram kolesterol per hari, dan 60-75 persennya telah disintesis sendiri oleh organ hati di dalam tubuh.

Kebayang kan kalau kita saat makan bubur ayam misalnya, sampai makan dua tusuk sate telur puyuh yang isinya bisa sampai 10 butir?

Oleh karena itu, konsumsi telur puyuh yang secukupnya seharusnya tidak akan menganggu kesehatan Anda.

Meski demikian, bila Anda tetap merasa khawatir, Anda bisa secara signifikan mengurangi kadar kolesterol yang didapatkan dari telur puyuh dengan hanya memakan putihnya saja. (***)

Comments


EmoticonEmoticon