KASIHAN! Bisa-Bisanya Ribuan Bansos di Jatim Belum Disalurkan, Ada yang Sampai 8 Bulan

NKRIku.com – Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma menemukan ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako belum menerima bantuan di Jawa Timur.

Risma mengingatkan kepada semua pemangku kepentingan, agar proses penyaluran bansos tidak lebih dari Maret 2022.

Bila bansos tidak tersalurkan hingga akhir Maret, maka otomatis uangnya akan kembali ke negara.

“Kalau enggak selesai bulan Maret akan kembali ke negara uangnya. Dengan kata lain, masyarakat pra-sejahtera tidak bisa memanfaatkan bantuan tersebut. Jadi kenapa saya turun? Untuk memastikan bantuan tersebut bisa diterima penerima manfaat,” kata Risma dalam siaran tertulis, Selasa (22/2/2022).

  1. Ribuan penerima bansos belum dapat bantuan

Dalam blusukannya, Risma menemukan sebanyak 5.925 dari 7.760 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Probolinggo belum menerima bantuan.

Sementara di Pasuruan, sebanyak 5.426 KKS dari 7.823 belum menerima bantuan.

Diketahui bantuan belum tersalurkan karena ada yang tidak hadir, ada yang sudah mampu, meninggal tanpa ahli waris, serta pindah alamat dan tidak ditemukan.

  1. Risma minta pencairan selesai dalam waktu 2-3 hari

Kepada Pemkab Probolinggo, Risma meminta untuk segera mencairkan bansos dalam waktu 3 hari.

Sedangkan untuk Pemkab Pasuruan, Risma meminta waktu dua hari untuk menuntaskan penyaluran bansos bagi 4.000-an KKS.

“Tadi saya menemukan ada yang 8 bulan belum disalurkan. Ini harus ada intervensi khusus. Karena secara teori sebetulnya maksimal 6 bulan sudah menerima bantuan. Karena KPM tersebut merupakan penerima baru,” katanya.

  1. Pendamping dan bank bisa mengantarkan bansos ke rumah penerima

Untuk mengatasi hal ini, Risma meminta pendamping dan bank penyalur mengantarkan bansos ke rumah penerima bantuan.

Risma berharap, Pemkab Pasuruan lebih memperkuat sistem monitoring secara rutin.

Dengan cara tersebut, diharapkan pemkab dapat aktif memantau kondisi yang dialami penerima bantuan.

“Kalau ada masyarakat yang kurang mampu dan tidak mendapat bantuan, kira-kira apa sebabnya. Ini harus bisa diketahui dengan jelas. Kalau data sudah didapatkan, silakan pemkab membantu mengusulkan ke Kemensos,” katanya.

  1. Kemensos siapkan bantuan modal usaha untuk kaum muda

Mensos juga mendorong pemda untuk memberdayakan kaum muda bersinergi dengan Kemensos, yang akan menyiapkan bantuan modal usaha. Tujuannya, agar kaum muda dapat lebih mandiri.

Sebab, daripada hanya menerima BPNT yang hanya berjumlah Rp200 ribu, pemantapan keahlian lebih bermanfaat.

“Kita akan siapkan modal untuk usaha mereka, sehingga mereka ke depan tidak menjadi beban negara. Karena mereka bisa mandiri, untuk persiapan hari tuanya bisa lebih baik,” kata Risma. (***)

Artikel ini telah tayang di idntimes.com dengan judul Ribuan Bansos di Jatim Belum Disalurkan, Ada yang Sampai 8 Bulan

Comments


EmoticonEmoticon