NGERI! Baru Hari Pertama Operasi Militer Khusus Rusia ke Ukraina, Ternyata Sudah Tewas 137 Korban

NKRIku.com – Jumlah korban hari pertama serangan Operasi Militer Khusus Rusia ke Ukraina setidaknya mencapai 137 orang.

Melansir dari laman People.com, jumlah korban yang tewas pada serangan hari pertama Operasi Militer Khusus Rusia ke Ukraina terus bertambah.

Disebutkan pada update informasi korban serangan Operasi Militer Khusus Rusia ke Ukraina ada 137 orang tewas termasuk tentara, tim medis, dan warga sipil termasuk anak-anak.

Informasi bertambahnya korban tewas pada hari pertama Operasi Militer Khusus ini disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy beberapa jam setelah menteri Kesehatan Ukraina, Viktor Lyashko mengumumkan jumlah korban tewas dalam serangan tersebut.

Menurut laporan, sebagian besar jumlah korban tewas adalah tentara dan juga ada 316 orang lainnya yang terluka.

Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya intensitas serangan Operasi Militer Khusus ini, jumlah korban semakin bertambah.

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mengijinkan diadakannya Operasi Militer Khusus ke Ukraina pada hari Kamis, 24 Februari 2022.

Serangan melalui jalur darat dimulai dari arah utara, selatan, dan timur dan serangan udara melalui bom juga terus diarahkan ke ibu kota Kyiv.

Dalam sebuah wawancara, seorang pekerja yang menetap di kota Kiev bernama Vitaly Vavryschuk yang berusia 41 tahun mengatakan bahwa semua orang harus bersiap untuk kemungkinan terburuk.

“Semua orang paham bahwa akan ada dampak dari serangan,” ujarnya.

Ia juga berpendapat bahwa serangan Operasi Militer yang dilancarkan Rusia ke negaranya adalah sebuah permainan geopolitik.

Menurutnya, pemimpin negara Rusia melakukannya hanya untuk mengancam Ukraina, ia tidak pernah benar-benar berani membunuh warga Ukraina.

Tindakan Vladimir Putin telah menuai kecaman dari sejumlah pemimpin dunia dan NATO karena keputusannya membolehkan serangan ke Ukraina.

Banyak negara yang secara bersamaan melancarkan embargo ekonomi termasuk Amerika Serikat.

Australia juga mengutuk serangan Operasi Militer Khusus ini dan juga menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat kepada Rusia.

Diperkirakan jumlah negara yang memutuskan untuk melakukan embargo ekonomi akan bertambah seiring dengan meningkatnya intensitas serangan.

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat menyatakan akan mendukung Ukraina dengan mendukung NATO dan memberikan sanksi ekonomi yang berat kepada Rusia atas aksinya.

Amerika Serikat diketahui telah mengerahkan pasukan tentaranya untuk mendukung NATO. Biden mengatakan bahwa inilah cara yang bisa ia lakukan untuk mengecam serangan dan mendukung Ukraina.

Di sisi lain,pemimpin negara Ukraina juga tengah mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terburuk dengan menunjukkan keberanian untuk membela dan melindungi negaranya.***

Comments


EmoticonEmoticon